Minggu, 12 Januari 2014

Puisi : Masa Depan

Diposkan oleh wahyu_alfatih at 10:02
Oleh : Afra Muthya

Langkah terserat dalam khayalan
Terbayang indah namun tak nyata
Terbang melayang bagai kapan
Tak hinggap dan tak harap

Suara nyata tak terasa
Terbangun sudah khayalan sisa
Berharap dan terjadi
Sesuai rasa didalam hati
Read More »

Cerpen : Harusnya Aku Bersyukur

Diposkan oleh wahyu_alfatih at 09:57
Oleh : Afyifah Chairunnisaa' Al Bugisy  @dewishartyca

Mentari mulai bersinar lembut, ketika kumenapaki kota Karaeng, Makassar. Tujuanku kesini untuk melanjutkan studi di salahsatu perguruan Tinggi. Tidak serta merta begitu mudah aku berada disini. Aku butuh waktu beberapa lama untuk meyakinkan Ayah dan  kedua kakak laki-lakiku, bahwa aku akan baik-baik saja di kota. Aku sudah bernazar, jika di izinkan, aku akan istiqomah dengan jilbabku. Tidak lepas pasang lagi. Tidak hanya di pakai jika keluar bepergian jauh. dan akhirnya dengar kerja keras dan yang tiada henti, mereka mengizinkan dengan satu syarat. Aku tidak boleh ngekos. 
Read More »

Cerpen : Akhirnya Kutemukan Cinta Sejati

Diposkan oleh wahyu_alfatih at 09:46
Oleh : Istiqomah Rohimatul Azizah


Matahari menyembunyikan senyumnya. Secercah cahaya matahari tak terlukis lagi dilangit – langit. Bintang gemintang menghiasi atap bumi. Selitas senyum rembulan pun telah bertengger disinggasananya. Sebuah lampu temaram yang menerangi sudut taman merenung kesepian. Sepasang kaki berjalan menuju kursi disampingnya. Lima menit gadis itu menunggu. Gemuruh dalam hatinya semakin memuncak. Sebenarnya ada apa ? Mengapa tiba – tiba Arya ingin menemuiku disini ? Tak seperti biasa ia seperti ini ia berubah ? Tak seperti dulu lagi saat pertama dulu berkenalan dengannya. Batin Astrid.
Read More »

Cerpen : The Beautiful Name

Diposkan oleh wahyu_alfatih at 08:59
Oleh : Noviana Kusumawati   @novianaku
Pagi menyapa dengan senyuman mentari yang menghangatkan meskipun pagi ini masih sedikit basah oleh embun dari sisa hujan semalam. Udara pagi ini begitu sejuk membuatku tak henti-hentinya memenuhi setiap rongga paru-paruku dengan menghirup kesejukannya dalam-dalam. Dengan langkah mantap aku menyusuri jalan ke sekolah, jarak antara rumahku dan sekolah memang tak begitu jauh. Dengan jalan kaki sepuluh menit saja sudah sampai.
Read More »

Kamis, 02 Mei 2013

Cerpen : Kekasih Pertama Davia

Diposkan oleh wahyu_alfatih at 08:29

Cerpen ini di ciptakan oleh : Ernira Eka Agustin  Twitter : @ernitaeka2

Sore itu hujan turun. Terlihat air yang turun dari langit, lalu mengalir dari atas genting dan kemudian turun ke bumi. Bunga-bunga di depan rumah basah, begitu pula rumput-rumput disekitarnya. Tapi beruntung hujan kali ini sudah sudah reda. Hanya terlihat rintik-rintik air yang turun.
Davia menyandarkan kepalanya dikursi dekat jendela. Sedari hujan turun, ia terus memandangi keluar jendela. Tak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Hanya terdiam dan terdiam.
Read More »
 

Copyright © 2013-2014. All Rights Reserved | Cerpen-Online.comWahyu

Home | About | Top